This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, 28 September 2016

Daftar Jenis Suku Bangsa di Malaysia

Malaysia merupakan salah satu tetangga negara kita. Disana juga terdapat bermacam-macam suku bangsa. Jika dilihat dari postur tubuh dan Bahasa, suku di Malaysia tidak beda jauh dengan beberapa suku di Indonesia. Suku di Malaysia pada dasarnya dibedakan antara suku Melayu dan suku Aslian. Di Malaysia, sebelum hadirnya bangsa Melayu terdapat 3 kelompok suku-bangsa yang telah ribuan tahun tinggal dan berdiam di daratan Malaysia, yang disebut Orang Asli (Aslian), mereka adalah bangsa Negrito, bangsa Senoi dan bangsa Proto Malayan. Kemudian hadirlah suku bangsa Melayu yang menjadi mayoritas di Malaysia.


Bumiputra di Semenanjung Malaysia (Melayu)

Melayu Anak Jati: penduduk pribumi Semenanjung Malaysia yang telah dikategorikan sebagai orang Melayu.
  1. Johor - orang Melayu Johor yang mendirikan kerajaan purba Kota Gelanggi.
  2. Kedah - orang Melayu di negeri Kedah, Pulau Pinang dan Perlis yang mendirikan kerajaan purba Kedah Tua.
  3. Kelantan - orang Melayu Kelantan yang mendirikan kerajaan purba Langkasuka dan Pan Pan.
  4. Orang Laut - penduduk pribumi Melaka dan Johor yang setia terhadap Kesultanan Melaka dan Kesultanan Johor-Riau.
  5. Melaka
  6. Pahang - orang Melayu Pahang yang mendirikan kerajaan purba Kota Pahang (atau Kota Biram atau Muang Pahang).
  7. Perak - orang Melayu Perak yang mendirikan kerajaan purba Gangga Negara.
  8. Terengganu - orang Melayu Terengganu yang mendirikan kerajaan purba Tan-Tan.

Melayu Anak Dagang: suku-suku yang berasal dari Kepulauan Indonesia dan Thailand tetapi telah dikategorikan sebagai orang Melayu Malaysia.
  1. Aceh
  2. Banjar
  3. Batak
  4. Bawean
  5. Bugis
  6. Jawa
  7. Kampar
  8. Kerinci
  9. Mandailing
  10. Melayu Sumatera
  11. Melayu Pattani
  12. Minangkabau
  13. Rawa

Melayu Kacukan: wujud hasil dari perkawinan campur di antara orang Melayu Malaysia dengan kaum lain.
  1. Melayu Arab
  2. Melayu Cina - tidak termasuk Cina-Muslim.
  3. Melayu Eropah
  4. Melayu India - tidak termasuk India-Muslim dan Mamak.
  5. Melayu Turki

Bumiputra di Semenanjung Malaysia (Orang Asli)
  1. Semang (Negrito)
  2. Kensiu
  3. Kintak
  4. Lanoh
  5. Jahai
  6. Mendriq
  7. Bateq
  8. Senoi
  9. Temiar
  10. Semai
  11. Semoq Beri
  12. Jah Hut
  13. Mahmeri
  14. Che Wong
  15. Melayu Proto (Melayu Asli)
  16. Orang Kuala
  17. Orang Kanaq
  18. Orang Seletar
  19. Jakun
  20. Semelai
  21. Temuan

Bumiputra di Semenanjung Malaysia (lain-lain)
  1. Serani
  2. Siam Malaysia

Bumiputra di Sabah
  1. Kadazandusun
  2. Dusun
  3. Dusun Liwan
  4. Dusun Tindal
  5. Dusun Pahu
  6. Dusun Lotud
  7. Dusun Labuk
  8. Dusun Kimaragang
  9. Dusun Tobilung
  10. Dusun Segama / Subpan
  11. Dusun Tombonuo
  12. Dusun Tambunan
  13. Dusun Tatana
  14. Kadazan Papar
  15. Kadazan Penampang
  16. Tagahas
  17. Tangara
  18. Rungus
  19. Orang Sungai
  20. Kuijau
  21. Bagahak
  22. Bajau
  23. Iranun
  24. Bajau
  25. Ubian
  26. Binadan
  27. Suku Suluk
  28. Murut
  29. Paitan
  30. Bonggi
  31. Idahan
  32. Orang Brunei (Melayu Brunei)
  33. Lundayeh (di Sabah)
  34. Iban (di Sabah)
  35. Kokos
  36. Kedayan
  37. Bisaya
  38. Kimarang
  39. Rumanau
  40. Minokok
  41. Tidung
  42. Bundu
  43. Kimensi
  44. Lobou
  45. Orang Ulu

Bumiputra di Sarawak
  1. Iban
  2. Melayu Sarawak
  3. Melanau
  4. Bidayuh
  5. Orang Ulu
  6. Kayan
  7. Kenyah
  8. Kajang
  9. Kejaman
  10. Punan
  11. Ukit
  12. Penan
  13. Lun Bawang
  14. Lun Dayeh
  15. Murut
  16. Berawan
  17. Kelabit
  18. Bisaya
  19. Kedayan

Tionghoa Malaysia

Orang Tionghoa di Malaysia:
  1. Hokkien
  2. Hakka
  3. Kantonis
  4. Hainan
  5. Hoklo
  6. Hui
  7. Henghua
  8. Teochew

India Malaysia

Orang India Malaysia:
  1. Tamil
  2. Bengali
  3. Gujerati
  4. Malayali
  5. Sinhala
  6. Telugu
  7. Punjabi

Peranakan

Suku Peranakan
  1. Chetty

Lain-lain
  1. Yahudi Malaysia

Itulah daftar suku bangsa yang berada di Negara Malaysia. semoga bermanfaat

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_suku_bangsa_di_Malaysia

http://asiantribal.blogspot.co.id/2013/03/suku-bangsa-di-malaysia.html

Sunday, 25 September 2016

Daftar Suku Bangsa di Tiongkok China

Daftar Suku Bangsa di Tiongkok China. China yang terkenal dengan luas wilayahnya memiliki beragam suku bangsa. Sama seperti di Indonesia, suku bangsa yang berada di Tiongkok memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.

Dalam daftar resmi yang diakui dalam lingkup Republik Rakyat Tiongkok, terdapat 56 suku resmi. Dari jumlah tersebut terdapat 5 suku yang digolongkan sebagai suku mayoritas (dalam hal jumlah) dan sisanya merupakan suku minoritas yang terkosentrasi di pedalam Tiongkok. Dalam daftar tersebut termaksud juga suku Tibet dan Taiwan yang mana menurut pemerintah Beijing adalah wilayah sah Republik Rakyat Tiongkok.

Pemerintah Beijing menerapkan kebijakan berbeda pada suku-suku mayoritas dan minoritas. Ada beberapa jaminan yang hanya dinikmati oleh suku-suku minoritas seperti daerah otonom, kebijakan kependudukan yang berbeda dengan suku mayoritas dan sebagainya.

Daftar Suku Bangsa di Tiongkok China


Berikut daftar suku bangsa yang berada di Tiongkok


Suku mayoritas
  1. Suku Han (汉族 : Hàn Zú)
  2. Suku Man (Manchu) (满族 : Mǎn Zú)
  3. Suku Hui (回族 : Huí Zú)
  4. Suku Menggu / Suku Mongol (蒙古族 : Měnggǔ Zú)
  5. Suku Zang / Suku Tibet (藏族 : Zàng Zú)

Suku minoritas
  1. Suku Zhuang (壮族 : Zhuàng Zú)
  2. Suku Miao (Hmong) (苗族 : Miáo Zú)
  3. Suku Weiwu / Suku Uigur (维吾尔族: Wéiwúěr Zú)
  4. Suku Yi (彝族 : Yí Zú)
  5. Suku Tujia (土家族 : Tǔjiā Zú)
  6. Suku Buyi (布依族 : Bùyī Zú)
  7. Suku Dong (侗族 : Dòng Zú)
  8. Suku Yao (瑶族 : Yáo Zú)
  9. Suku Chaoxian / Suku Korea(朝鲜族 : Cháoxiǎn Zú)
  10. Suku Bai (白族 : Bái Zú)
  11. Suku Hani (哈尼族 : Hāní Zú)
  12. Suku Li (黎族 : Lí Zú)
  13. Suku Hasake / Suku Kazak (哈萨克族: Hāsàkè Zú)
  14. Suku Dai (傣族 : Dǎi Zú, juga disebut Dai Lue, merupakan salah satu etnis Thai)
  15. Suku She (畲族 : Shē Zú)
  16. Suku Lisu (傈僳族 : Lìsù Zú)
  17. Suku Gelao (仡佬族 : Gēlǎo Zú)
  18. Suku Lahu (拉祜族 : Lāhù Zú)
  19. Suku Dongxiang (东乡族 : Dōngxiāng Zú)
  20. Suku Wa (佤族 : Wǎ Zú)
  21. Suku Shui (水族 : Shuǐ Zú)
  22. Suku Naxi (纳西族 : Nàxī Zú) (termasuk Mosuo (摩梭 : Mósuō))
  23. Suku Qiang (羌族 : Qiāng Zú)
  24. Suku Tu (土族 : Tǔ Zú)
  25. Suku Xibo (锡伯族 : Xíbó Zú)
  26. Suku Mulao (仫佬族 : Mùlǎo Zú)
  27. Suku Kerkezi / Suku Kirgiz (柯尔克孜族 : Kēěrkèzī Zú)
  28. Suku Dawor / Suku Daur (达斡尔族: Dáwòěr Zú)
  29. Suku Jingpo (景颇族: Jǐngpō Zú)
  30. Suku Sala / Suku Salar (撒拉族 : Sǎlá Zú)
  31. Suku Bulang (布朗族 : Bùlǎng Zú)
  32. Suku Maonan (毛南族 : Màonán Zú)
  33. Suku Tajike / Suku Tajik (塔吉克族 : Tǎjíkè Zú)
  34. Suku Pumi (普米族 : Pǔmǐ Zú)
  35. Suku Achang (阿昌族 : Āchāng Zú)
  36. Suku Nu (怒族 : Nù Zú)
  37. Suku Ewenke / Suku Ewenki (鄂温克族 : Èwēnkè Zú)
  38. Suku Jing / Suku Vietnam (京族 : Jīng Zú)
  39. Suku Jinuo (基诺族: Jīnuò Zú)
  40. Suku De'ang (德昂族 : Déáng Zú)
  41. Suku Wuzibieke / Suku Uzbek (乌孜别克族: Wūzībiékè Zú)
  42. Suku Eluosi / Suku Rusia (俄罗斯族: Éluōsī Zú)
  43. Suku Yugu / Suku Yugur (裕固族 : Yùgù Zú)
  44. Suku Baonan (保安族 : Bǎoān Zú)
  45. Suku Menba (门巴族 : Ménbā Zú)
  46. Suku Elunchun / Suku Oroqen (鄂伦春族 : Èlúnchūn Zú)
  47. Suku Dulong (独龙族: Dúlóng Zú)
  48. Suku Tatar (塔塔尔族 : Tǎtǎěr Zú)
  49. Suku Hezhe (赫哲族 : Hèzhé Zú)
  50. Suku Luoba (珞巴族 : Luòbā Zú)
  51. Suku Gaoshan (suku aborigin di Taiwan) (高山族 : Gāoshān Zú)
sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_suku_di_Tiongkok


Wednesday, 14 September 2016

Senjata Tradisional Tombak Trisula Palembang Sumatera Selatan

Mengenal Senjata Tradisional Tombak Trisula Palembang Sumatera Selatan. Palembang memiliki beberapa macam senjata tradisional, salah satunya adalah tombak trisula. Senjata tradisional ini merupakan warian kegemilangan Kerajaan Sriwijaya yang pernah berkuasa pada abad ke-17 hingga awal abad ke-13 M.

Perkembangan senjata tradisional tombak trisula menjadi senjata tradisional di Palembang ada kaitannya dengan perkembangan kebudayaan Hindu pada masa kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Hal ini dapat dilihat dari bentuk tombak trisula yang mirip dengan trisula Hindu (senjata yang dipegang oleh Dewa Siwa).

Senjata Tradisional Tombak Trisula Palembang Sumatera Selatan
tombak trisula
Tombak trisula merupakan bentuk dari akulturasi budaya-budaya besar saat itu. Misalnya, kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Akulturasi tersebut merupakan bukti tingginya peradaban masyarakat Indonesia yang mampu menyerap berbagai budaya dan menyatukannya dalam sebuah budaya berbeda dari aslinya.

Senjata tradisional ini dibentuk dengan sarat nilai-nilai yang dijadikan acuan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti keindahan, ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk senjata yang dibuat sedemikian rupa sehingga memancarkan pesona memukau mata.

Penggunaan Trisula

Trisula juga digunakan oleh retarii, gladiator dengan penampilan seperti nelayan (membawa jaring). Trisula saat ini sering diasosiasikan dengan setan oleh mitologi Kristen. Ini kemungkinan karena penggunaannya dalam agama pagan. Trisula adalah senjata Siwa, salah satu dari Trimurti yang sering disembah pada masa kejayaan kerajaan Hindu-Budha di Jawa. Begitu pula dalam agama pagan Yunani-Romawi, Poseidon (Neptunus) dewa peguasa laut selalu membawa trisula.
Senjata tradisional Palembang tidak hanya tombak trisula tetapi juga keris sebagai senjata tradisional.

Sumber:
http://novirita.blogspot.co.id/2011/01/mengenal-senjata-tradisional-sumatera.html
http://www.suarawajarfm.com/2015/09/10/6440/senjata-tradisional-sumatera-selatan.html 
http://www.tradisikita.my.id/2015/05/senjata-tradisional-sumatera-selatan.html 

Saturday, 27 August 2016

Sejarah Senjata Tradisional Badik dan Jenisnya - Bugis Makassar

Pengertian Senjata Tradisional Badik dan Sejarahnya. Badik (badek) adalah pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda, panjangnya ada yang mencapai sekitar setengah meter. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor. Namun, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja (penyangga bilah). Badik ini tidak hanya terkenal di daerah Makassar saja, tetapi juga terdapat di daerah Bugis dan Mandar dengan nama dan bentuk berbeda.

Sejarah Senjata Tradisional Badik dan Jenisnya - Bugis Makassar

Fungsi Badik

Bugis Makassar memiliki pandangan bahwa setiap jenis badik memiliki kekuatan sakti (gaib) yang dapat memengaruhi kondisi, keadaan, dan proses kehidupan pemiliknya. Tidak hanya itu ada juga yang berpendapat bahwa badik juga mampu menimbulkan ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran ataupun kemelaratan, kemiskinan dan penderitaan bagi yang menyimpannya. Dahulu, badik dipergunakan bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri dan berburu tetapi juga sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan.

Bagian-bagian Badik

Secara umum badik terdiri atas tiga bagian, yakni:

1. Hulu (gagang)
2. Bilah (besi)
3. Warangka atau sarung badik.

Disamping itu, terdapat pula pamor yang dipercaya dapat memengaruhi kehidupan pemiliknya.

Badik Makassar

Badik Makassar memiliki kale (bilah) yang pipih, battang (perut) buncit dan tajam serta cappa’ (ujung) yang runcing. Badik yang berbentuk seperti ini disebut Badik Sari. Badik Sari terdiri atas bagian pangulu (gagang badik), sumpa’ kale (tubuh badik) dan banoang (sarung badik). Lain Makassar lain pula Bugis, di daerah ini badik disebut dengan kawali, seperti Kawali Raja (Bone) dan Kawali Rongkong (Luwu).

Badik Bugis Luwu

Badik Bugis Kawali Bone memiliki bessi atau bilah yang pipih, ujung runcing dan bentuk agak melebar pada bagian ujung, sedangkan kawali Luwu memiliki bessi pipih dan berbentuk lurus. Kawali pun memiliki bagian-bagian, seperti pangulu (hulu), bessi (bilah) dan wanua (sarung). Seperti pada senjata tradisional lainnya, kawali juga dipercaya memiliki kekuatan sakti, baik itu yang dapat membawa keberuntungan ataupun kesialan.

Kawali Lamalomo Sugi adalah jenis badik yang mempunyai motif kaitan pada bilahnya dan dipercaya sebagai senjata yang akan memberikan kekayaan bagi pemiliknya. Sedangkan, kawali Lataring Tellu yang mempunyai motif berupa tiga noktah dalam posisi tungku dipercaya akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya berupa tidak akan kekurangan makanan dan tidak akan mengalami duka nestapa. Itulah sebabnya, badik ini paling cocok digunakan bagi mereka yang berusaha di sektor pertanian.

Kul Buntet / Pusaran

Kawali Lade’ nateyai memiliki pamor berupa bulatan kecil pada bagian pangkal dan guratan berjajar pada bagian matanya. Badik ini dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang melimpah bagi pemiliknya. Badik ini memiliki kemiripan fungsi dengan Kawali Lakadang yang memiliki motif berbentuk gala pada pangkalnya.

Salah satu badik yang dipercaya sangat ideal adalah Kawali Lagemme’ Silampa yang memiliki motif berupa urat yang membujur dari pangkal ke ujung. Dipercaya bahwa pemilik badik tersebut senantiasa akan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan dalam kehidupannya bersama dengan segenap kaum kerabatnya. Sedangkan untuk mendapatkan kesabaran, maka dipercaya harus memiliki Kawali Lasabbara.

Uladeddu, Jenis badik bugis yang khas segeri

Kawali Ilakkoajang adalah jenis badik yang dipercayai sebagai senjata yang mampu mendatangkan wibawa serta derajat yang tinggi.Badik ini memiliki motif guratan di seluruh tubuhnya. Sementara itu, bagi yang menginginkan kemenangan dalam setiap pertarungan hendaknya memiliki Kawali Latenriwale. Badik yang memiliki motif berupa bulatan oval pada bagian ujungnya ini dipercaya dapat membangkitkan sifat pantang mundur bagi pemiliknya dalam setiap pertempuran.

Bila dipercaya terdapat badik yang mengandung kebaikan, demikian pun sebaliknya terdapat badik yang mengandung kesialan. Kawali Lasukku Ja’na adalah badik yang dianggap amat buruk. Bagi siapapun, Kawali Latemmewa merupakan badik yang sangat tidak baik, karena dipercaya badik ini tidak dapat menjaga wibawa dan kehormatan pemiliknya. Menurut kepercayaan, pemilik badik ini tidak akan melakukan perlawanan kendati ditampar oleh orang lain.

Sejalan dengan kepercayaan tersebut, terdapat Kawali Lamalomo Malaweng Tappi’enngi yang memiliki motif berupa guratan tanda panah pada bagian pangkalnya. Dipercaya, pemilik badik ini seringkali terlibat dalam perbuatan zina. Badik ini memiliki kepercayaan yang berlawanan dengan Kawali Lamalomo Rialawengeng. Konon kabarnya pemilik badik seperti ini seringkali istrinya melakukan perzinahan dengan lelaki lain.

Apapun kekuatan sakti yang dipercaya dikandung oleh sebuah badik, badik tetaplah sebuah benda budaya yang akan meningkatkan identitas diri seseorang, terutama bagi kaum lelaki. Seperti kata orang Makassar mengenai badik

“Teyai bura’ne punna tena ammallaki badik” (Bukan seorang lelaki jika tidak memiliki badik)

Begitupun dengan kata orang Bugis

“Taniya ugi narekko de’na punnai kawali" (Bukan seorang Bugis jika tidak memiliki badik).

Badik Raja (Gecong Raja, Bontoala)

Badik Raja (Gecong Raja, Bontoala)

Badik ini berasal dari daerah Kajuara kabupaten Bone. Proses pembuatan badik raja atau Bontoala dipercaya melibatkan mahluk halus sebangsa jin dalam proses penempaannya. Konon orang-orang di sekitar Kajuara suatu ketika mendengar suara tempaan besi dari dalam lanresang pada saat tengah malam. Dan ketika pagi hari tiba-tiba telah ditemukan sebilah badik beserta sarungnya di dalam lanserang tersebut. Tidak seorang pun pandai besi yang mampu badik serupa saat ini.

Bentuk fisik dari badik raha ini memiliki bilah yang relatif besar dengan ukuran 20 sampai 25 cm. Ray divo pengamat senjata tradisional memberikan komentar mengenai badik ini berupa bentuk yang mirip badik Lompobattang. Bentuk bilah yang sedikit membungkuk kemudian semakin ke ujung semakin lebar dan akhirnya meruncing kembali.

Pada badik ini terpasang pamor Timpalaja atau Mallasoan kale di dekat hulu dari badik ini. Bahan badik terbuat dari besi berkualitas tinggi dengan kandungan meteorit yang menonjol dipermukaan. Terdapat pola seperti arus panah hingga ke ujung badik. Pola ini dikenal dengan nama batu-lappa dan untuk pola yang lebih besar disebut dengan bunga pejje atau busa uwae. Motif ini identik dengan pasir yang melekat pada besi. Badik raja hanya digunakan oleh kalangan Arung di kalangan raja Bone.

Badik La Gecong

 Badik La Gecong

Badik La Gecong adalah badik dari suku bugis yang sangat terkenal di medan perang. Tidak satupun musuh yang terkena sabetan atau tikaman dari badik ini mampu bertahan untuk menceritakan kisahnya selamat dari tikaman Badik La Gecong.

Badik La Gecong terkenal ammoso, sejenis pamor yang ditanamkan ke dalam badik saat di tempa oleh empunya. Ketika lagecong telah tertancap di batang tubuh seseorang pamor ammoso akan menarik keinginan hidup korbannya. Selain itu konon pada masa perang seluruh senjata perang akan tunduk pada badik La Gecong ini.

Arti kata La Gecong sendiri masih menjadi misteri. Konon Gecong adalah badik yang di buat empunya yang bernama La Gecong tetapi ada jug ayang mengatakan bahwa La Gecong berasal dari kata Gecong atau Geco' yang berarti sekali tersentuh langsung mati.
La Gecong yang asli konon terbuat dari daun Nipa (Rumbia) sehingga ia akan terapung di atas air dan melawan arus. Panjang dari La Gecong berukuran sejengkal tangan orang dewasa. Pamor La Gecong adalah lonjo dengan bentuk pipih tapi sangat kuat.

Badik Luwu

badik luwu
Badik Luwu berasal dari daerah Luwu. Bentuk badik agak sedikit membungkuk yang dalam istilah Makassar dikenal dengan istilah mabbukku tedong. Bilahnya lurus dan runcing dibagian depan. Badik luwu diberi pamor yang sangat indah, hingga saat ini bading Luwu adalah incaran para kolektor benda pusaka. Pada baja badik terdapat Rakkapeng atau sepuhan baja badik yang konon katanya sepuhan badik ini dibuat dari alat kelamin gadis perawan sehingga badik ini dibuat agar ilmu kebal dari sang lawan luntur dengan tikaman dari badik Luwu.

Badik Lompo Battang (badik siperut besar/jantung pisang)

Badik Lompo Battang (badik siperut besar/jantung pisang)

Badik Lompo Battang secara harfiah diambil dari kata perut buncit atau besar. Dinamakan demikian karena bentuk dari tubuh badik ini menyerupai perut yang sangat buncit. Badik ini merupakan badik asli Makassar. Badik telah berusia 800 tahun yang telah ditempa ulang dari pusaka Berang Alameng atau Berang Sinangke. Badik ini sendiri mengambil pamor dari bahan asalnya yakni tidak akan ada korban yang sanggup bertahan lebih dari satu hari ketika dikenai tikaman Badik ini.

Badik Taeng
Badik Taeng

Badik Taeng salah satu dari jenis badik yang sudah sepuh. Pamor dari badik berupa Kurissi membentuk sebuah pola dan motif La Metteteng dan La Madderung Manai. Badik ini juga seperti pada umumnya badik sepuh yakni bahanya terbuat dari besi meteorit. Badik ini ditempa dengan menggunakan teknik Baja Gantung. Di badan badik ini terlihat seperi aliran proses pembuatan badik yang khas.

Cara Memegang Badik

Badik dipegang seperti memegang pistol hanya saja ini bukan senjata api. Badik dipegang dengan satu tangan dengan ke - empat jari (jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking) di bagian depan pegangannya dan jari jempol di bagian belakang pegangannya menyentuh jari telunjuk dan jari tengah.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Badik

http://www.dzargon.com/2015/02/sejarah-badik-senjata-khas-sulawesi.html

Sunday, 7 August 2016

Senjata Tradisional Papua – Pisau Belati

Senjata Tradisional Papua – Pisau Belati. Papua terkenal dengan kebudayaannya yang masih melekat hingga sekarang. Di Papua terdapat bermacam-macam suku bangsa. Suku-suku di Papua masih menyimpan senjata tradisional mereka yang digunakan untuk berburu dan berperang. Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut. Selain pisau belati, senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah. Busur tersebut dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru. Busur dan panah dipakai untuk berburu atau berperang.

Senjata Tradisional Papua – Pisau Belati


Sumber referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Papua

Sejarah 5 Peradaban Kuno Afrika Yang Telah Maju

Dahulu kala banyak peradaban-peradaban kuno yang telah maju, hal ini terlihat dari bukti-bukti peninggalan kerajaan-kerajaan lalu. Yang paling sering kita dengar adalah tentang peradaban Mesir dan Romawi. Tapi tahukah anda bahwa peradaban kuno di Afrika juga Lebih Maju dari Mesir dan Romawi.

Berikut 5 Peradaban Kuno Afrika

1. Kekaisaran axum

Kekaisaran axum

Kekaisaran Axum pada masa puncak kejayaannya pernah menjadi empat Negara adidaya bersama Persia, Romawi dan Cina. Pada tahun 100-940 M perdangangan dan militer kekaisaran ini merupakan yang terpenting di kawasan Eritrea dan Ethiopia. Kekaisaran Axum mengendalikan beberapa wilayah Ethiopia Utara, Eritrea, Sudan utara, Mesir selatan, Djibouti, Yaman barat, dan Arab Saudi bagian selatan. Total luas wilayah kekaisaran axum mencapai 1,25 juta km atau (setara dengan setengah luas negara India). Aktivitas perdagangan Kekaisaran Axum telah sampai jauh ke wilayah timur, yaitu Cina dan India. Kota Aksum pernah menjadi kota metropolis yang ramai, pusat budaya dan pusat perekonomian.

2. Kerajaan Benin

Kerajaan Benin

Kerajaan Benin terletak di selatan bagian tengah dari Nigeria. Benin merupakan negara Afrika pra-kolonial yang berdiri pada 1300 M. Sampai akhir abad ke-19 kekaisaran ini menjadi salah satu kekuatan utama di Afrika Barat. Kekuatan raja Benin ini diceritakan oleh salah satu saksi sejarah yang bernama Olfert Dapper, dalam satu hari Raja Benin dapat menyiapkan 20.000 orang untuk berperang , bahkan dalam keadaan genting dapat menyiapkan sampai 180.000 orang. Dengan kekuatan militer yang kuat, kerajaan benin memiliki pengaruh besar di antara bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Kekuasaanya membentang di kota-kota dan pelosok desa. Tidak ada raja lain di sekitarnya saat itu yang memiliki banyak kota indah seperti milik Raja Benin.

Ketika kapal dagang Eropa mulai mengunjungi Afrika Barat mulai abad ke-15 dan seterusnya, Kekaisaran Benin yang memiliki kendali untuk mengontrol perdagangan antara masyarakat pedalaman Afrika dan Eropa sewaktu Ketika Inggris mencoba untuk memperluas perdagangan mereka sendiri di abad ke-19, para prajurit Benin membunuh utusan kerajaan inggris

3. Kerajaan kuno Ghana

Kerajaan kuno Ghana

Kerajaan Ghana dahulu berpusat di wilayah Senegal dan Mauritania. Pada tahun 750 - 1078 M Kerajaan Ghana mendominasi di daerah Afrika Barat. Bangsa-bangsa yang ada wilayah Afrika Utara menyebut kerajaan ini sebagai “Tanah Emas”. Kerajaan ini telah memiliki sistem metode administrasi yang rapi dan tertata, kekuatan tentara yang besar, dan terkenal atas monopolinya terhadap tambang emas.

Soninke merupakan raja yang mendirikan Kerajaan Ghana, Meskipun dia tidak pernah sepenuhnya memeluk Islam, hubungan baik dengan pedagang Islam tetap dapat terjaga. Kekayaan Kerajaan Ghana berasal dari tambang emas dan menjadikan unta sebagai moda pengangkutnya. Al-Hamdani, seorang penulis Arab mengatakan bahwa Kerajaan ini memiliki tambang emas terkaya di dunia. Kekuatan militer Ghana memiliki memiliki 200.000 prajurit dan 40.000 pemanah

4. Kekaisaran Mali kuno

Kekaisaran Mali kuno

Runtuhnya Kerajaan Ghana membuat Kekaisaran Mali mendominasi di wilayah Afrika Barat. Wilayah kerajaan ini terletak di Sungai Niger dan di sebelah barat Ghana (saat ini dikenal dgn Nigeria dan Mali). Puncak kejayaan kekaisaran ini terjadi pada tahun 1350-an.

Kekaisaran Mali didirikan oleh Mansa (Raja) Sundiata Keita dan menjadi terkenal karena kekayaannya, terutama Mansa Musa yang adalah cucu dari saudara tiri Sundiata. Mansa Musa inilah yang berhasil membawa Mali kepada kajayaanya, di mana perdagangan mencapai tiga kali lipat dari masa sebelumnya. Selama pemerintahannya, Mansa Musa telah berhasil memperluas wilayahnya hingga dua kali lipat lebih luas sehingga kerajaan ini lebih besar daripada kerajaan-kerajaan Eropa pada saat itu.

Kota-kota Mali menjadi pusat perdagangan penting di semua Afrika Barat, serta terkenal dengan pusat-pusat kekayaan, budaya dan pendidikan. Timbuktu, sebuah kota penting di Mali, menjadi salah satu pusat budaya yang penting tidak hanya bagi bangsa Afrika, tetapi dari seluruh dunia. Karna Perpustakaan yang luas dan universitas Islam dibangun membuat kota ini menjadi tempat pertemuan para penyair terbaik, ulama dan seniman dari Afrika dan Timur Tengah.

5. Peradaban NOK

Peradaban NOK

Sekitar 2.500 tahun yang lalu diduga hadir sebuah peradaban yang disebut dengan Nok, peradaban Nok ini pernah tumbuh dan berkembang di wilayah Nigeria, namun sayangnya peradaban Nok ini tidak dapat bertahan hingga saat ini dan hilang ditelah oleh waktu. Bukti dari kehadiran peradaban Nok ada dengan ditemukannya sebuah artefak berupa patung tanah liat pada tahun 1928. Peradaban Nok diyakini tidak memiliki sistem penulisan, namun telah memiliki sistem sosial yang maju serta menjadi pelopor pembuat patung tanah liat dengan ukuran besar di wilayah Sub-Sahara pada masanya.

Beberapa teori menyebutkan penyebab hancurnya peradaban ini adalah eksploitasi sumber daya alam berlebihan yang mengakibatkan turunnya jumlah populasi. Meskipun diyakini sebagai salah satu peradaban paling tua di Afrika, bukti keberadaan mereka sangat sedikit dan karenanya sulit untuk diteliti.

Para arkeolog modern percaya kalau kebudayaan Nok memiliki peran penting dalam pengembangan budaya lain di sekitarnya seperti Yoruba dan Benin. Bangsa Nok tampaknya memiliki pengetahuan dan jiwa seni yang tinggi, terlihat dari bukti peninggalan sejarah berupa patung-patung terakota yang di sekitar situs pemukiman kuno Nok.

Mereka juga orang Afrika pertama yang mengenal teknik peleburan besi, meskipun diyakini bahwa teknologi itu diperkenalkan budaya lain, kemungkinan Karthago.

Itulah 5 peradabaan kuno Afrika yang lebih maju dari Mesir dan Romawi.

Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/57a55fdf54c07a60178b4569/kaskus.co.id/?utm_source=facebook&utm_medium=internalpost&utm_campaign=hotthread

Wednesday, 30 October 2013

Tingkatan Silsilah


Dsapta
Anak, Ambe'/Indo'(Tomatua)Nene' Mammi'Nene' Uttu'Nene' SalemberanNene' Todoan

Ma' Pesung





Kalau tidak salah... Ma' Pesung adalah proses meracik Sesaji yang di siapkan dalam suatu ritual upacara yang di persembahkan kepada Sang pencipta melaului perantaraan sang Dewa (Deata) Mis : yang di gambar ini adalah tentunya melalui perantara Deata Kesuburan dan kemakmuran ... tabe' ke kalirui, atau kurang lengkap... Aku bang mo uainna pa'piong anak manuk, sola barra' rarang....
 Dase Agustinus
Ma'pesung...banyak macam...ma'pesung jika kita orang kristes setara dengan ungkapan doa...kalau ma'pesung unsuru'k tallu lolona..biasa di pakai pare kasalle.. sih pentallu di pogau..di allai si sang bongi..manu' di tunu' manu sella yang pertama..manu' tae melodukapi... yanna ma'pesung too ma'kaburu atau un'patama liang..yammo too bai di tunu'...ma'pesung ke'lame pareki' manu' duka di tunu. ma' pesung ma' bolong..ma'pesung ma'rundui koh seduka bahasa pesungnya...tempat sesajian juga berbeda'...namun yang saya liat rata'-rata bagian hewan atau ternak yang di ambil cuma hati bagian kiri, kaki dan kepalanya di masa dengan tidak menggunakan garam...yanna kami inde tallu lembangna biasa kayu kapa-kapa di pake sebagai tiang untuk stand sesajian..den duka di saga ma'pesung ke too ma' gandang...atau ritual rambu solo' ala aluk ta
CONTOH DOA 
 
Kamu to sikambi’ kalimbuang boba
Kamu to sitaranak to’ mata uwai
La ma’pangan-pangan mo komi
La mima’damerak-merak
Anna di iru’ te wai anna dipamuntu marendeng
Kibayak masae lako
Anna miissanni kamu deata sikambi kalimbuang boba
Kamu te sitaranak to’ mata wai
Apa sundun rekke lolokna aluk pare tallu bulinna
Uppu’mi rekke palapa daun sangka’ belong-belongna ke’te’ tallu etengna
Dadi babangunmi la untundan to mamma’
Komi to sikambi’ kalimbuang boba
To sitaranak to’ mata uwai
Angki timba kebongi keallo
Angki siokki kolla’ kekaroen
Angki popamuntu marendeng
Kipobayak masae lako.
CONTOH DOA 
 
Sundunmo rekke lolokna aluk pare tallu bulinna
Upu’mo rekke palapa daunna
sangka’ belong-belongan ke’te’ tallu etengna
Dadi kamumo deata sikambi’ pare tallu bulinna
To sitaranak ke’te’ tallu etengna
Eh, kumandemo komi sanda mammi’
Tumimbu’mo komi sanda marasa
Kipatobang di kollong tu sesa isimi
Kipalambun dibaroko tu ra’dak barokomi
Kipopamuntu marendeng
Kipobayak sae lako.





Lettoan



Felix Maya:
LETTOAN sama artinya dgn LEMPOAN = LETTO'-LETTO' .. lettoan klo dlm bahasa indonesia klo tdk salah artinya adl "pengaraman atw aram2" (maaf klo salah) .. lettoan digunakan untuk mengarak babi dlm sebuah acara RT .. awalnya lettoan hanya bsa diisi oleh babi .. dlm ritual aluk todolo, lettoan digunakan dlm pesta persembahan kepada deata2 ..

Pelita Hidup:
LETTOAN sun jomai kada : LE'TO-na...atau TO SANGRAPUNNA paa lanmai to' Tongkonan di Rara..yamoto anna sea me-LETTOAN ( = me-LE'TO-an )..


Geso'-geso'


Pa' Manuk Londong


Rana Dase
Lambang Ayam di Longa Toraja ini sbg simbol Sistem Peradilan Adat Toraja yg disebut Ma'bulangan Londong...dipandang Adil krn kedua pihak yang bersengketa diberi kebebasan memilih jenis ayam mana yang dipandangnya sbg "jagoannya". Bila pilihan ayam jantannya kalah, maka taruhan dimenangkan oleh sipemilih ayam yg menang...tanpa intervensi sia Ne' Tumba' ( Wali Negeri )...