This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Saturday, 27 August 2016
Sejarah Senjata Tradisional Badik dan Jenisnya - Bugis Makassar
Sunday, 7 August 2016
Senjata Tradisional Papua – Pisau Belati
Sejarah 5 Peradaban Kuno Afrika Yang Telah Maju
Wednesday, 30 October 2013
Ma' Pesung


Kalau tidak salah... Ma' Pesung adalah proses meracik Sesaji yang di siapkan dalam suatu ritual upacara yang di persembahkan kepada Sang pencipta melaului perantaraan sang Dewa (Deata) Mis : yang di gambar ini adalah tentunya melalui perantara Deata Kesuburan dan kemakmuran ... tabe' ke kalirui, atau kurang lengkap... Aku bang mo uainna pa'piong anak manuk, sola barra' rarang....Dase Agustinus
Ma'pesung...banyak macam...ma'pesung jika kita orang kristes setara dengan ungkapan doa...kalau ma'pesung unsuru'k tallu lolona..biasa di pakai pare kasalle.. sih pentallu di pogau..di allai si sang bongi..manu' di tunu' manu sella yang pertama..manu' tae melodukapi... yanna ma'pesung too ma'kaburu atau un'patama liang..yammo too bai di tunu'...ma'pesung ke'lame pareki' manu' duka di tunu. ma' pesung ma' bolong..ma'pesung ma'rundui koh seduka bahasa pesungnya...tempat sesajian juga berbeda'...namun yang saya liat rata'-rata bagian hewan atau ternak yang di ambil cuma hati bagian kiri, kaki dan kepalanya di masa dengan tidak menggunakan garam...yanna kami inde tallu lembangna biasa kayu kapa-kapa di pake sebagai tiang untuk stand sesajian..den duka di saga ma'pesung ke too ma' gandang...atau ritual rambu solo' ala aluk ta
CONTOH DOA
Kamu to sikambi’ kalimbuang boba
Kamu to sitaranak to’ mata uwai
La ma’pangan-pangan mo komi
La mima’damerak-merak
Anna di iru’ te wai anna dipamuntu marendeng
Kibayak masae lako
Anna miissanni kamu deata sikambi kalimbuang boba
Kamu te sitaranak to’ mata wai
Apa sundun rekke lolokna aluk pare tallu bulinna
Uppu’mi rekke palapa daun sangka’ belong-belongna ke’te’ tallu etengna
Dadi babangunmi la untundan to mamma’
Komi to sikambi’ kalimbuang boba
To sitaranak to’ mata uwai
Angki timba kebongi keallo
Angki siokki kolla’ kekaroen
Angki popamuntu marendeng
Kipobayak masae lako.
CONTOH DOA
Sundunmo rekke lolokna aluk pare tallu bulinna
Upu’mo rekke palapa daunna
sangka’ belong-belongan ke’te’ tallu etengna
Dadi kamumo deata sikambi’ pare tallu bulinna
To sitaranak ke’te’ tallu etengna
Eh, kumandemo komi sanda mammi’
Tumimbu’mo komi sanda marasa
Kipatobang di kollong tu sesa isimi
Kipalambun dibaroko tu ra’dak barokomi
Kipopamuntu marendeng
Kipobayak sae lako.
Lettoan
Felix Maya:
LETTOAN sama artinya dgn LEMPOAN = LETTO'-LETTO' .. lettoan klo dlm bahasa indonesia klo tdk salah artinya adl "pengaraman atw aram2" (maaf klo salah) .. lettoan digunakan untuk mengarak babi dlm sebuah acara RT .. awalnya lettoan hanya bsa diisi oleh babi .. dlm ritual aluk todolo, lettoan digunakan dlm pesta persembahan kepada deata2 ..
Pelita Hidup:
LETTOAN sun jomai kada : LE'TO-na...atau TO SANGRAPUNNA paa lanmai to' Tongkonan di Rara..yamoto anna sea me-LETTOAN ( = me-LE'TO-an )..
Pa' Manuk Londong
Rana Dase
Lambang Ayam di Longa Toraja ini sbg simbol Sistem Peradilan Adat Toraja yg disebut Ma'bulangan Londong...dipandang Adil krn kedua pihak yang bersengketa diberi kebebasan memilih jenis ayam mana yang dipandangnya sbg "jagoannya". Bila pilihan ayam jantannya kalah, maka taruhan dimenangkan oleh sipemilih ayam yg menang...tanpa intervensi sia Ne' Tumba' ( Wali Negeri )...
Saturday, 13 July 2013
KEBUDAYAAN
Rana Dase
DISKRIPI tentang KEBUDAYAAN
Masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu sistem yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, karena tidak ada kebudayaan yang tidak bertumbuh kembang dari suatu masyarakat. Sebaliknya, tidak ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan karena tanpa kebudayaan tidak mungkin masyarakat dapat bertahan hidup, masyarakat adalah wadah, dan budaya adalah isi.
Terdapat hubungan timbal balik antara manusia dengan kebudayaan, yakni manusia menciptakan budaya kemudian budaya memberikan arah dalam hidup dan tingkah laku manusia. Kebudayaan merupakan hasil dari ide-ide dan gagasan-gagasan yang akhirnya mengakibatkan terjadinya aktivitas dan menghasilkan suatu karya (kebudayaan fisik) sehingga manusia pada hakekatnya disebut makhluk sosial.
Kebudayaan juga mencakup aturan, prinsip, dan ketentuan-ketentuan kapercayaan yang terpelihara rapi yang secara turun temurun diwariskan kepada generasi ke gerasi.
Hal ini juga tampak dalam Masyarakat Toraja, kebudayaan yang dibina, dikembangkan, deketahui dan diakui pihak lain secara nyata akan menunjukkan adanya proses pewarisan budaya dari para leluhur Masyarakat Toraja. Kebudayaan tersebut dibangun berdasarkan Asas, Prinsip-prinsip, Aturan-aturan, Ketentuan-ketentuan, dan Strategi tertentu yang berbasis Mitologi, Seni, Kepariwisataan, dan Ritual-ritual Adat lainnya.
Kebudayaan pada suatu kelompok masyarakat atau etnis tertentu tidak akan hilang begitu saja semudah "menghapus dedak" di telapak tangan, akan tetapi kebudayaan dapat berubah seiring dengan perkembangan pola pikir dari masyarakat.
Perubahan ini dikarenakan adanya pengaruh globalisasi ( dalam trend saat ini ) yang menuntut masyarakat untuk hidup serba modern. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat telah merubah gaya hidup dan pola pikir manusia. Secara perlahan membuat masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan atau budaya lamanya yang selama ini mereka pelihara eksistensinya. Adanya pengaruh global membuat kita mulai melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Budaya Lokal yang telah diwariskan oleh Nenek Moyang Bangsa kita.
Terkikisnya budaya lokal akibat pengaruh terpaan globalisasi juga mulai terasa dalam Budaya Toraja. Sebagian besar Masyarakat Toraja terutama generasi muda yang seharusnya menjadi penerus untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan mulai meninggalkan bahkan tidak peduli terhadap keberadaan Budaya/Tradisi Toraja.
Sehingga ritual atau simbol yang terdapat dalam prosesi Adat hanya sekedar "tontonan", sebagai pelengkap dari Upacara Adat yang mereka lakukan tanpa mengetahui proses dan makna dibalik ritual tersebut. Padahal bagi masyarakat Toraja, Upacara Adat selalu dipandang sebagai sesuatu yang Sakral, yang sarat akan makna.
Hampir sebagian besar Generasi Muda Toraja tdkk tahu dan tdk memahami apa yg terkandung dlm sebua Ritual Adat Toraja yg dilakukan. Hal ini di karenakan adanya persepsi yang salah dari Generasi Muda bahwa Adat ini sudah "kuno, tradisional, dan ketinggalan zaman" yg tak pantas dan tak cocok lagi dengan dunia modern sperti skarang ini. Itu suatu KEBENARAN atau hanya sebuah GENGSI..?? :)
Aluk Sanda Pitunna
Aluk Todolo adalah agama leluhur nenek moyang suku Toraja yang hingga saat ini masih dipraktekkan oleh sejumlah besar masyarakat Toraja. Bahkan pada tahun 1970, Aluk Todolo sudah dilindungi oleh negara dan resmi diterima ke dalam sekte Hindu (Hinda-Toraja).
Aluk Sanda Pitunna (aluk 7777) disebarkan oleh Tangdilino' dan merupakan sistem religi yang diyakini oleh orang Toraja sebagai aluk yang diturunkan dari langit bersama-sama dengan umat manusia. Oleh karena itu, Aluk Sanda Pitunna adalah aluk tertua dan menyebar secara luas di Toraja. Sementara itu, Aluk Sanda Saratu' datang kemudian dan disebarkan oleh Puang Tamborolangi', namun Aluk Sanda Saratu' hanya berkembang didaerah Tallu Lembangna (Makale, Sangalla dan Mengkendek).
Aluk Sanda Pitunna bersumber dari ajaran agama (sukaran aluk) yang meliputi upacara (aluk), larangan (pemali), kebenaran umum (sangka') dan kejadian sesuai dengan alurnya (salunna). Aluk sendiri meliputi upacara yang terdiri atas tiga pucuk dan empat tumbuni (aluk tallu lolona, a'pa' pentaunina). Disebut tiga aIuk karena ia meliputi upacara yang menyangkut manusia (aluk tau), upacara yang menyangkut tanam-tanaman (aluk tananan) dan upacara yang menyangkut binatang (aluk patuan) dan dikatakan empat oleh karena di samping ketiga hal di atas ada lagi satu upacara yang disebut upacara suru' berfungsi untuk menembus kesalahan (pengkalossoran).
Wilayah barat
Tokoh penting dalam penyebaran aluk ini di wilayah barat Tana Toraja yaitu : Pongkapadang bersama Burake Tattiu’ yang menyebarkan ke daerah Bonggakaradeng, sebagian Saluputti, Simbuang sampai pada Pitu Ulunna Salu Karua Ba’bana Minanga, dengan memperkenalkan kepada masyarakat setempat suatu pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja “to unnirui’ suke pa’pa, to ungkandei kandian saratu yakni pranata
sosial yang tidak mengenal strata.
Wilayah timur
Di wilayah timur Tana Toraja, Pasontik bersama Burake Tambolang menyebarkannya ke daerah Pitung Pananaian, Rantebua, Tangdu, Ranteballa, Ta’bi, Tabang, Maindo sampai ke Luwu Selatan dan Utara dengan memperkenalkan pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja : “To Unnirui’ suke dibonga, To unkandei kandean pindan”, yaitu pranata sosial yang menyusun tata kehidupan masyarakat dalam tiga strata sosial.
Wilayah tengah
Tangdilino bersama Burake Tangngana menyebarkan aluk ke wilayah tengah Tana Toraja dengan membawa pranata sosial “To unniru’i suke dibonga, To ungkandei kandean pindan”. Sesuai dengan makna dan kandungan yang terdapat di dalam sistem kepercayaan Aluk Todolo, terdapat sejumlah hal yang relevan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Jika ditelusuri jejak referensi adanya konsep pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup bagi orang Toraja, ditemukan bahwa pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi orang Toraja, pertama diatur dalam sistem religi yang ada dan hal itu meliputi hampir seluruh ritus yang dilaksanakan.
Pelita Hidup
Iyatu Aluk ( = Wahyu ) tae' nah bisa na ciptakan To Lino ( Toraya ), yatu Aluk Todolo...Aluk sipammulanna iya ditampa tu Pongmula Taunna Toraya doo langi', tassu' lanamai disanganna Sauan Sibarrung tu disanganna To Karua, termasuk mo Nenek Todolo na Toraya lanto' disanga Datu' Laukku'.Rana Dase
Dadi...musti bisa dibedakan : umba Aluk, umba Ada', umba Budaya, umba Tradisi...tae sama nasang to'mai..??? Patarru'mi ambek-indok Dosen KTB, kuu lopa dolo meutan Bai le'..salama' melambi' sola nasang..salama' kaboro'..
Aluk Sanda Pintunna, nti efektif "dibumikan" sktr Tahun 900-an bersamaan saat Puang Tandilino' mendeklarasikan Tondok Lepongan Bulan, Tana' Matarik Allo sbg nama pertamax Toraja, dgn mengutus para utusan2 pentingnya kee Wilayah Adat Toraja spt ke Duri-Enrekang, ke Toraja Barat, Tator & Torut oleh Puang Tangdilino' sendiri bersama Burake Tangngana, dan ke Pantilang oleh anakx sendiri b'nama Pasontik.
Ada' Sanda Saratu' itu...nti muncul kemudian sktr Tahun 1050-an oleh Tamboro Langi', yang asal-usulnya tidak jelas. Efektifnya Aluk diekploitasi kedalam Ada' Sanda Saratu' itu ketika cucu uttu'nya ( anak-na Lakipada ) disangan I Petta Labattang ma'indok to Gowa sibali Petimba Bulaan ( anak-na Manaek ) lanmai Nonongan.Agustinus Sempang
Note : Manae' ini cucu anak dari Puang Ambuk di Kesu'.
Simbol Aluk Sanda Pitunna, secara Angka awalnya 7 angka 7, atau "7777777". Lalu kemudian orang menyebutkannya dlm ucapan kalimat verbal menjadi : Pitungsa'bu Pituratu' Pitungpulo Pitulise'...yg dlm angka menjadi "7.777".
Tetapi substansi dari Aluk Sanda Pitunna itu terletak pada "tingkatan ucapara ritulnya, yaitu :
> Pitungtodo' ( tujuh tingkatan ) lan Rambu Tuka
> Pitungtodo ( tujuh tingkatan ) lan Rambu Solo'.
Catatan : tingkatan2 dalam kedua Aluk tsb diatas..."disusun oleh Puang Tangdilino' tidak berdasarkan pertmbangan Strata Sosial/Kasta2, akan tetapi berdasarkan Kemampuan dari si empunya/penyelenggara Upacara Rambu Tuka' atau pun Rambu Solo'.
Aluk Sanda Pitunna : Tujuh Tingkatan Rambu Ti=uka', Tujuh Tingkatan Rambu Solo', yang tidak didsarkan pada Strata Kasta2, tetapi lebih pada "tingkat kemampuan yang empunya hajatan = demokratis".
Aluk Sanda Saratu' : itu Seraba Seratus...100 Tedong, 100 Babi, 100 Jonga, 100 Manuk, 100 Olo'2 alinnya...dan didasarkan pada Strata Kasta2..ini klu begini yg bisa masuk Puya hanya Taborolangi' sj..lalu yg tak punya apa2...sdh jadi hukumnya binasakah smtr hidupnya mkgn lbh benar dihadapan Sang Khaliknya...
Aluk Sanda Pitunna ( Tahun 900-an ) ya tu dolo 150 Tahun, namane bu'tu undi tu Aluk Sanda Saratu' ( Tahun 1050-an)
"Aluk" Sanda Saratu'
Benjamin Kembong Lisulembang
Adalah aluk penebusan atau pembayaran untuk menghapuskan status kaunan pada sesorang.
Jadi orang yang tadinya kaunan dan ingin memulihkan statusnya atau terlepas dari status kaunan ba'tu anak, maka harus menyerahkan semua bentuk hewan, barang dan lain2 dengan jumlah seratus setiap benda. contoh 100 Sendo', saratu' balao, saratu' Tedong dan sebagainya. inilah Peruntukan aluk sanda 100.RaRa BuKu
Berarti yatu Aluk Sanda Saratu' : pemujaan lako ri To Lino undaka' "Status Puang" mui raka nah scr status sosial lanni status kaunan, asslan bisa "nah alli / nah bayak" tu "sima status Puang"..? Susi too tu kesan kuappa umbasai te' postingan mi doo kk BKL.
Atau kada senga'na kumua : tangngia iya napa lulalo "Puang Matua tu pang-Aluk-anna", tapi dipalulako bangri Puang Lino...umbaraka susi tu pas na tee...tabe' kk pakanassa pi...salama'..bongi melo.
Rana Dase
Yamo misa' buttinna too kumua yatu Aluk Sanda Saratu', tangngia iyanna Aluk-na Totumapata'.
Yamoto anna tallan kalena mo male naabaa wai salu sa'dan. Ka-Puang-an bisa dialli...bisa dila'bak...??? Ohhh..bende'ki'..!!! Hmmm..laku kukua totemo, kumua : yatu Tamboro Langi'...to rampo ri ma'pasalai..umpessepang Alukta, Aluk Toraya...lan Aluk Sanda Pitunna.
To Lino mo dipopendolo2 ladi penombai saba' dkuaka "Puang Dialli" mo toda', anna yatu Puang Matua dipajo bangmo to' tituk rinding saba' yatu Aluk Sanda Saratu tangngia iyanna Alukna Puang Totumampata', Aluk na garaga2i kelana iya sia Tamboro Langi' too...???
Felix Maya
Aluk sanda saratu' atau aluk sanda karua tetap juga mengenal istilah kaunan .. aluk sanda saratu' membagi masyarakat dlm tiga tingkatan sosial PUANG . TO MAKAKA & KAUNAN .. tdk ada yg bsa naik tingkat, dari kaunan ke Puang .. yg bsa mengenal naik tingkat itu cuma aluk sanda pitunna itupun dlm melaksanakan upacara ada' rambu solo' .. dpt melaksanakan upacara dgn jumlah tedong sma dgn tingkatan di atasnya, tetapi bukan jenis tedong yg sama dgn tingkatan di atasnya ..
Benjamin Kembong Lisulembang
Aluk sanda saratu' bukan untuk menjadikan kaunan puang tapi untuk membebaskan statusnya dari kaunan menjadi bukan kaunan.

























