This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, 27 August 2016

Sejarah Senjata Tradisional Badik dan Jenisnya - Bugis Makassar

Pengertian Senjata Tradisional Badik dan Sejarahnya. Badik (badek) adalah pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda, panjangnya ada yang mencapai sekitar setengah meter. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor. Namun, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja (penyangga bilah). Badik ini tidak hanya terkenal di daerah Makassar saja, tetapi juga terdapat di daerah Bugis dan Mandar dengan nama dan bentuk berbeda.

Sejarah Senjata Tradisional Badik dan Jenisnya - Bugis Makassar

Fungsi Badik

Bugis Makassar memiliki pandangan bahwa setiap jenis badik memiliki kekuatan sakti (gaib) yang dapat memengaruhi kondisi, keadaan, dan proses kehidupan pemiliknya. Tidak hanya itu ada juga yang berpendapat bahwa badik juga mampu menimbulkan ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran ataupun kemelaratan, kemiskinan dan penderitaan bagi yang menyimpannya. Dahulu, badik dipergunakan bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri dan berburu tetapi juga sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan.

Bagian-bagian Badik

Secara umum badik terdiri atas tiga bagian, yakni:

1. Hulu (gagang)
2. Bilah (besi)
3. Warangka atau sarung badik.

Disamping itu, terdapat pula pamor yang dipercaya dapat memengaruhi kehidupan pemiliknya.

Badik Makassar

Badik Makassar memiliki kale (bilah) yang pipih, battang (perut) buncit dan tajam serta cappa’ (ujung) yang runcing. Badik yang berbentuk seperti ini disebut Badik Sari. Badik Sari terdiri atas bagian pangulu (gagang badik), sumpa’ kale (tubuh badik) dan banoang (sarung badik). Lain Makassar lain pula Bugis, di daerah ini badik disebut dengan kawali, seperti Kawali Raja (Bone) dan Kawali Rongkong (Luwu).

Badik Bugis Luwu

Badik Bugis Kawali Bone memiliki bessi atau bilah yang pipih, ujung runcing dan bentuk agak melebar pada bagian ujung, sedangkan kawali Luwu memiliki bessi pipih dan berbentuk lurus. Kawali pun memiliki bagian-bagian, seperti pangulu (hulu), bessi (bilah) dan wanua (sarung). Seperti pada senjata tradisional lainnya, kawali juga dipercaya memiliki kekuatan sakti, baik itu yang dapat membawa keberuntungan ataupun kesialan.

Kawali Lamalomo Sugi adalah jenis badik yang mempunyai motif kaitan pada bilahnya dan dipercaya sebagai senjata yang akan memberikan kekayaan bagi pemiliknya. Sedangkan, kawali Lataring Tellu yang mempunyai motif berupa tiga noktah dalam posisi tungku dipercaya akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya berupa tidak akan kekurangan makanan dan tidak akan mengalami duka nestapa. Itulah sebabnya, badik ini paling cocok digunakan bagi mereka yang berusaha di sektor pertanian.

Kul Buntet / Pusaran

Kawali Lade’ nateyai memiliki pamor berupa bulatan kecil pada bagian pangkal dan guratan berjajar pada bagian matanya. Badik ini dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang melimpah bagi pemiliknya. Badik ini memiliki kemiripan fungsi dengan Kawali Lakadang yang memiliki motif berbentuk gala pada pangkalnya.

Salah satu badik yang dipercaya sangat ideal adalah Kawali Lagemme’ Silampa yang memiliki motif berupa urat yang membujur dari pangkal ke ujung. Dipercaya bahwa pemilik badik tersebut senantiasa akan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan dalam kehidupannya bersama dengan segenap kaum kerabatnya. Sedangkan untuk mendapatkan kesabaran, maka dipercaya harus memiliki Kawali Lasabbara.

Uladeddu, Jenis badik bugis yang khas segeri

Kawali Ilakkoajang adalah jenis badik yang dipercayai sebagai senjata yang mampu mendatangkan wibawa serta derajat yang tinggi.Badik ini memiliki motif guratan di seluruh tubuhnya. Sementara itu, bagi yang menginginkan kemenangan dalam setiap pertarungan hendaknya memiliki Kawali Latenriwale. Badik yang memiliki motif berupa bulatan oval pada bagian ujungnya ini dipercaya dapat membangkitkan sifat pantang mundur bagi pemiliknya dalam setiap pertempuran.

Bila dipercaya terdapat badik yang mengandung kebaikan, demikian pun sebaliknya terdapat badik yang mengandung kesialan. Kawali Lasukku Ja’na adalah badik yang dianggap amat buruk. Bagi siapapun, Kawali Latemmewa merupakan badik yang sangat tidak baik, karena dipercaya badik ini tidak dapat menjaga wibawa dan kehormatan pemiliknya. Menurut kepercayaan, pemilik badik ini tidak akan melakukan perlawanan kendati ditampar oleh orang lain.

Sejalan dengan kepercayaan tersebut, terdapat Kawali Lamalomo Malaweng Tappi’enngi yang memiliki motif berupa guratan tanda panah pada bagian pangkalnya. Dipercaya, pemilik badik ini seringkali terlibat dalam perbuatan zina. Badik ini memiliki kepercayaan yang berlawanan dengan Kawali Lamalomo Rialawengeng. Konon kabarnya pemilik badik seperti ini seringkali istrinya melakukan perzinahan dengan lelaki lain.

Apapun kekuatan sakti yang dipercaya dikandung oleh sebuah badik, badik tetaplah sebuah benda budaya yang akan meningkatkan identitas diri seseorang, terutama bagi kaum lelaki. Seperti kata orang Makassar mengenai badik

“Teyai bura’ne punna tena ammallaki badik” (Bukan seorang lelaki jika tidak memiliki badik)

Begitupun dengan kata orang Bugis

“Taniya ugi narekko de’na punnai kawali" (Bukan seorang Bugis jika tidak memiliki badik).

Badik Raja (Gecong Raja, Bontoala)

Badik Raja (Gecong Raja, Bontoala)

Badik ini berasal dari daerah Kajuara kabupaten Bone. Proses pembuatan badik raja atau Bontoala dipercaya melibatkan mahluk halus sebangsa jin dalam proses penempaannya. Konon orang-orang di sekitar Kajuara suatu ketika mendengar suara tempaan besi dari dalam lanresang pada saat tengah malam. Dan ketika pagi hari tiba-tiba telah ditemukan sebilah badik beserta sarungnya di dalam lanserang tersebut. Tidak seorang pun pandai besi yang mampu badik serupa saat ini.

Bentuk fisik dari badik raha ini memiliki bilah yang relatif besar dengan ukuran 20 sampai 25 cm. Ray divo pengamat senjata tradisional memberikan komentar mengenai badik ini berupa bentuk yang mirip badik Lompobattang. Bentuk bilah yang sedikit membungkuk kemudian semakin ke ujung semakin lebar dan akhirnya meruncing kembali.

Pada badik ini terpasang pamor Timpalaja atau Mallasoan kale di dekat hulu dari badik ini. Bahan badik terbuat dari besi berkualitas tinggi dengan kandungan meteorit yang menonjol dipermukaan. Terdapat pola seperti arus panah hingga ke ujung badik. Pola ini dikenal dengan nama batu-lappa dan untuk pola yang lebih besar disebut dengan bunga pejje atau busa uwae. Motif ini identik dengan pasir yang melekat pada besi. Badik raja hanya digunakan oleh kalangan Arung di kalangan raja Bone.

Badik La Gecong

 Badik La Gecong

Badik La Gecong adalah badik dari suku bugis yang sangat terkenal di medan perang. Tidak satupun musuh yang terkena sabetan atau tikaman dari badik ini mampu bertahan untuk menceritakan kisahnya selamat dari tikaman Badik La Gecong.

Badik La Gecong terkenal ammoso, sejenis pamor yang ditanamkan ke dalam badik saat di tempa oleh empunya. Ketika lagecong telah tertancap di batang tubuh seseorang pamor ammoso akan menarik keinginan hidup korbannya. Selain itu konon pada masa perang seluruh senjata perang akan tunduk pada badik La Gecong ini.

Arti kata La Gecong sendiri masih menjadi misteri. Konon Gecong adalah badik yang di buat empunya yang bernama La Gecong tetapi ada jug ayang mengatakan bahwa La Gecong berasal dari kata Gecong atau Geco' yang berarti sekali tersentuh langsung mati.
La Gecong yang asli konon terbuat dari daun Nipa (Rumbia) sehingga ia akan terapung di atas air dan melawan arus. Panjang dari La Gecong berukuran sejengkal tangan orang dewasa. Pamor La Gecong adalah lonjo dengan bentuk pipih tapi sangat kuat.

Badik Luwu

badik luwu
Badik Luwu berasal dari daerah Luwu. Bentuk badik agak sedikit membungkuk yang dalam istilah Makassar dikenal dengan istilah mabbukku tedong. Bilahnya lurus dan runcing dibagian depan. Badik luwu diberi pamor yang sangat indah, hingga saat ini bading Luwu adalah incaran para kolektor benda pusaka. Pada baja badik terdapat Rakkapeng atau sepuhan baja badik yang konon katanya sepuhan badik ini dibuat dari alat kelamin gadis perawan sehingga badik ini dibuat agar ilmu kebal dari sang lawan luntur dengan tikaman dari badik Luwu.

Badik Lompo Battang (badik siperut besar/jantung pisang)

Badik Lompo Battang (badik siperut besar/jantung pisang)

Badik Lompo Battang secara harfiah diambil dari kata perut buncit atau besar. Dinamakan demikian karena bentuk dari tubuh badik ini menyerupai perut yang sangat buncit. Badik ini merupakan badik asli Makassar. Badik telah berusia 800 tahun yang telah ditempa ulang dari pusaka Berang Alameng atau Berang Sinangke. Badik ini sendiri mengambil pamor dari bahan asalnya yakni tidak akan ada korban yang sanggup bertahan lebih dari satu hari ketika dikenai tikaman Badik ini.

Badik Taeng
Badik Taeng

Badik Taeng salah satu dari jenis badik yang sudah sepuh. Pamor dari badik berupa Kurissi membentuk sebuah pola dan motif La Metteteng dan La Madderung Manai. Badik ini juga seperti pada umumnya badik sepuh yakni bahanya terbuat dari besi meteorit. Badik ini ditempa dengan menggunakan teknik Baja Gantung. Di badan badik ini terlihat seperi aliran proses pembuatan badik yang khas.

Cara Memegang Badik

Badik dipegang seperti memegang pistol hanya saja ini bukan senjata api. Badik dipegang dengan satu tangan dengan ke - empat jari (jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking) di bagian depan pegangannya dan jari jempol di bagian belakang pegangannya menyentuh jari telunjuk dan jari tengah.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Badik

http://www.dzargon.com/2015/02/sejarah-badik-senjata-khas-sulawesi.html

Sunday, 7 August 2016

Senjata Tradisional Papua – Pisau Belati

Senjata Tradisional Papua – Pisau Belati. Papua terkenal dengan kebudayaannya yang masih melekat hingga sekarang. Di Papua terdapat bermacam-macam suku bangsa. Suku-suku di Papua masih menyimpan senjata tradisional mereka yang digunakan untuk berburu dan berperang. Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut. Selain pisau belati, senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah. Busur tersebut dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru. Busur dan panah dipakai untuk berburu atau berperang.

Senjata Tradisional Papua – Pisau Belati


Sumber referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Papua

Sejarah 5 Peradaban Kuno Afrika Yang Telah Maju

Dahulu kala banyak peradaban-peradaban kuno yang telah maju, hal ini terlihat dari bukti-bukti peninggalan kerajaan-kerajaan lalu. Yang paling sering kita dengar adalah tentang peradaban Mesir dan Romawi. Tapi tahukah anda bahwa peradaban kuno di Afrika juga Lebih Maju dari Mesir dan Romawi.

Berikut 5 Peradaban Kuno Afrika

1. Kekaisaran axum

Kekaisaran axum

Kekaisaran Axum pada masa puncak kejayaannya pernah menjadi empat Negara adidaya bersama Persia, Romawi dan Cina. Pada tahun 100-940 M perdangangan dan militer kekaisaran ini merupakan yang terpenting di kawasan Eritrea dan Ethiopia. Kekaisaran Axum mengendalikan beberapa wilayah Ethiopia Utara, Eritrea, Sudan utara, Mesir selatan, Djibouti, Yaman barat, dan Arab Saudi bagian selatan. Total luas wilayah kekaisaran axum mencapai 1,25 juta km atau (setara dengan setengah luas negara India). Aktivitas perdagangan Kekaisaran Axum telah sampai jauh ke wilayah timur, yaitu Cina dan India. Kota Aksum pernah menjadi kota metropolis yang ramai, pusat budaya dan pusat perekonomian.

2. Kerajaan Benin

Kerajaan Benin

Kerajaan Benin terletak di selatan bagian tengah dari Nigeria. Benin merupakan negara Afrika pra-kolonial yang berdiri pada 1300 M. Sampai akhir abad ke-19 kekaisaran ini menjadi salah satu kekuatan utama di Afrika Barat. Kekuatan raja Benin ini diceritakan oleh salah satu saksi sejarah yang bernama Olfert Dapper, dalam satu hari Raja Benin dapat menyiapkan 20.000 orang untuk berperang , bahkan dalam keadaan genting dapat menyiapkan sampai 180.000 orang. Dengan kekuatan militer yang kuat, kerajaan benin memiliki pengaruh besar di antara bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Kekuasaanya membentang di kota-kota dan pelosok desa. Tidak ada raja lain di sekitarnya saat itu yang memiliki banyak kota indah seperti milik Raja Benin.

Ketika kapal dagang Eropa mulai mengunjungi Afrika Barat mulai abad ke-15 dan seterusnya, Kekaisaran Benin yang memiliki kendali untuk mengontrol perdagangan antara masyarakat pedalaman Afrika dan Eropa sewaktu Ketika Inggris mencoba untuk memperluas perdagangan mereka sendiri di abad ke-19, para prajurit Benin membunuh utusan kerajaan inggris

3. Kerajaan kuno Ghana

Kerajaan kuno Ghana

Kerajaan Ghana dahulu berpusat di wilayah Senegal dan Mauritania. Pada tahun 750 - 1078 M Kerajaan Ghana mendominasi di daerah Afrika Barat. Bangsa-bangsa yang ada wilayah Afrika Utara menyebut kerajaan ini sebagai “Tanah Emas”. Kerajaan ini telah memiliki sistem metode administrasi yang rapi dan tertata, kekuatan tentara yang besar, dan terkenal atas monopolinya terhadap tambang emas.

Soninke merupakan raja yang mendirikan Kerajaan Ghana, Meskipun dia tidak pernah sepenuhnya memeluk Islam, hubungan baik dengan pedagang Islam tetap dapat terjaga. Kekayaan Kerajaan Ghana berasal dari tambang emas dan menjadikan unta sebagai moda pengangkutnya. Al-Hamdani, seorang penulis Arab mengatakan bahwa Kerajaan ini memiliki tambang emas terkaya di dunia. Kekuatan militer Ghana memiliki memiliki 200.000 prajurit dan 40.000 pemanah

4. Kekaisaran Mali kuno

Kekaisaran Mali kuno

Runtuhnya Kerajaan Ghana membuat Kekaisaran Mali mendominasi di wilayah Afrika Barat. Wilayah kerajaan ini terletak di Sungai Niger dan di sebelah barat Ghana (saat ini dikenal dgn Nigeria dan Mali). Puncak kejayaan kekaisaran ini terjadi pada tahun 1350-an.

Kekaisaran Mali didirikan oleh Mansa (Raja) Sundiata Keita dan menjadi terkenal karena kekayaannya, terutama Mansa Musa yang adalah cucu dari saudara tiri Sundiata. Mansa Musa inilah yang berhasil membawa Mali kepada kajayaanya, di mana perdagangan mencapai tiga kali lipat dari masa sebelumnya. Selama pemerintahannya, Mansa Musa telah berhasil memperluas wilayahnya hingga dua kali lipat lebih luas sehingga kerajaan ini lebih besar daripada kerajaan-kerajaan Eropa pada saat itu.

Kota-kota Mali menjadi pusat perdagangan penting di semua Afrika Barat, serta terkenal dengan pusat-pusat kekayaan, budaya dan pendidikan. Timbuktu, sebuah kota penting di Mali, menjadi salah satu pusat budaya yang penting tidak hanya bagi bangsa Afrika, tetapi dari seluruh dunia. Karna Perpustakaan yang luas dan universitas Islam dibangun membuat kota ini menjadi tempat pertemuan para penyair terbaik, ulama dan seniman dari Afrika dan Timur Tengah.

5. Peradaban NOK

Peradaban NOK

Sekitar 2.500 tahun yang lalu diduga hadir sebuah peradaban yang disebut dengan Nok, peradaban Nok ini pernah tumbuh dan berkembang di wilayah Nigeria, namun sayangnya peradaban Nok ini tidak dapat bertahan hingga saat ini dan hilang ditelah oleh waktu. Bukti dari kehadiran peradaban Nok ada dengan ditemukannya sebuah artefak berupa patung tanah liat pada tahun 1928. Peradaban Nok diyakini tidak memiliki sistem penulisan, namun telah memiliki sistem sosial yang maju serta menjadi pelopor pembuat patung tanah liat dengan ukuran besar di wilayah Sub-Sahara pada masanya.

Beberapa teori menyebutkan penyebab hancurnya peradaban ini adalah eksploitasi sumber daya alam berlebihan yang mengakibatkan turunnya jumlah populasi. Meskipun diyakini sebagai salah satu peradaban paling tua di Afrika, bukti keberadaan mereka sangat sedikit dan karenanya sulit untuk diteliti.

Para arkeolog modern percaya kalau kebudayaan Nok memiliki peran penting dalam pengembangan budaya lain di sekitarnya seperti Yoruba dan Benin. Bangsa Nok tampaknya memiliki pengetahuan dan jiwa seni yang tinggi, terlihat dari bukti peninggalan sejarah berupa patung-patung terakota yang di sekitar situs pemukiman kuno Nok.

Mereka juga orang Afrika pertama yang mengenal teknik peleburan besi, meskipun diyakini bahwa teknologi itu diperkenalkan budaya lain, kemungkinan Karthago.

Itulah 5 peradabaan kuno Afrika yang lebih maju dari Mesir dan Romawi.

Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/57a55fdf54c07a60178b4569/kaskus.co.id/?utm_source=facebook&utm_medium=internalpost&utm_campaign=hotthread

Wednesday, 30 October 2013

Tingkatan Silsilah


Dsapta
Anak, Ambe'/Indo'(Tomatua)Nene' Mammi'Nene' Uttu'Nene' SalemberanNene' Todoan

Ma' Pesung





Kalau tidak salah... Ma' Pesung adalah proses meracik Sesaji yang di siapkan dalam suatu ritual upacara yang di persembahkan kepada Sang pencipta melaului perantaraan sang Dewa (Deata) Mis : yang di gambar ini adalah tentunya melalui perantara Deata Kesuburan dan kemakmuran ... tabe' ke kalirui, atau kurang lengkap... Aku bang mo uainna pa'piong anak manuk, sola barra' rarang....
 Dase Agustinus
Ma'pesung...banyak macam...ma'pesung jika kita orang kristes setara dengan ungkapan doa...kalau ma'pesung unsuru'k tallu lolona..biasa di pakai pare kasalle.. sih pentallu di pogau..di allai si sang bongi..manu' di tunu' manu sella yang pertama..manu' tae melodukapi... yanna ma'pesung too ma'kaburu atau un'patama liang..yammo too bai di tunu'...ma'pesung ke'lame pareki' manu' duka di tunu. ma' pesung ma' bolong..ma'pesung ma'rundui koh seduka bahasa pesungnya...tempat sesajian juga berbeda'...namun yang saya liat rata'-rata bagian hewan atau ternak yang di ambil cuma hati bagian kiri, kaki dan kepalanya di masa dengan tidak menggunakan garam...yanna kami inde tallu lembangna biasa kayu kapa-kapa di pake sebagai tiang untuk stand sesajian..den duka di saga ma'pesung ke too ma' gandang...atau ritual rambu solo' ala aluk ta
CONTOH DOA 
 
Kamu to sikambi’ kalimbuang boba
Kamu to sitaranak to’ mata uwai
La ma’pangan-pangan mo komi
La mima’damerak-merak
Anna di iru’ te wai anna dipamuntu marendeng
Kibayak masae lako
Anna miissanni kamu deata sikambi kalimbuang boba
Kamu te sitaranak to’ mata wai
Apa sundun rekke lolokna aluk pare tallu bulinna
Uppu’mi rekke palapa daun sangka’ belong-belongna ke’te’ tallu etengna
Dadi babangunmi la untundan to mamma’
Komi to sikambi’ kalimbuang boba
To sitaranak to’ mata uwai
Angki timba kebongi keallo
Angki siokki kolla’ kekaroen
Angki popamuntu marendeng
Kipobayak masae lako.
CONTOH DOA 
 
Sundunmo rekke lolokna aluk pare tallu bulinna
Upu’mo rekke palapa daunna
sangka’ belong-belongan ke’te’ tallu etengna
Dadi kamumo deata sikambi’ pare tallu bulinna
To sitaranak ke’te’ tallu etengna
Eh, kumandemo komi sanda mammi’
Tumimbu’mo komi sanda marasa
Kipatobang di kollong tu sesa isimi
Kipalambun dibaroko tu ra’dak barokomi
Kipopamuntu marendeng
Kipobayak sae lako.





Lettoan



Felix Maya:
LETTOAN sama artinya dgn LEMPOAN = LETTO'-LETTO' .. lettoan klo dlm bahasa indonesia klo tdk salah artinya adl "pengaraman atw aram2" (maaf klo salah) .. lettoan digunakan untuk mengarak babi dlm sebuah acara RT .. awalnya lettoan hanya bsa diisi oleh babi .. dlm ritual aluk todolo, lettoan digunakan dlm pesta persembahan kepada deata2 ..

Pelita Hidup:
LETTOAN sun jomai kada : LE'TO-na...atau TO SANGRAPUNNA paa lanmai to' Tongkonan di Rara..yamoto anna sea me-LETTOAN ( = me-LE'TO-an )..


Geso'-geso'


Pa' Manuk Londong


Rana Dase
Lambang Ayam di Longa Toraja ini sbg simbol Sistem Peradilan Adat Toraja yg disebut Ma'bulangan Londong...dipandang Adil krn kedua pihak yang bersengketa diberi kebebasan memilih jenis ayam mana yang dipandangnya sbg "jagoannya". Bila pilihan ayam jantannya kalah, maka taruhan dimenangkan oleh sipemilih ayam yg menang...tanpa intervensi sia Ne' Tumba' ( Wali Negeri )... 

Saturday, 13 July 2013

KEBUDAYAAN



Rana Dase
DISKRIPI tentang KEBUDAYAAN

Masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu sistem yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, karena tidak ada kebudayaan yang tidak bertumbuh kembang dari suatu masyarakat. Sebaliknya, tidak ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan karena tanpa kebudayaan tidak mungkin masyarakat dapat bertahan hidup, masyarakat adalah wadah, dan budaya adalah isi.
Terdapat hubungan timbal balik antara manusia dengan kebudayaan, yakni manusia menciptakan budaya kemudian budaya memberikan arah dalam hidup dan tingkah laku manusia. Kebudayaan merupakan hasil dari ide-ide dan gagasan-gagasan yang akhirnya mengakibatkan terjadinya aktivitas dan menghasilkan suatu karya (kebudayaan fisik) sehingga manusia pada hakekatnya disebut makhluk sosial.
Kebudayaan juga mencakup aturan, prinsip, dan ketentuan-ketentuan kapercayaan yang terpelihara rapi yang secara turun temurun diwariskan kepada generasi ke gerasi.

Hal ini juga tampak dalam Masyarakat Toraja, kebudayaan yang dibina, dikembangkan, deketahui dan diakui pihak lain secara nyata akan menunjukkan adanya proses pewarisan budaya dari para leluhur Masyarakat Toraja. Kebudayaan tersebut dibangun berdasarkan Asas, Prinsip-prinsip, Aturan-aturan, Ketentuan-ketentuan, dan Strategi tertentu yang berbasis Mitologi, Seni, Kepariwisataan, dan Ritual-ritual Adat lainnya.

Kebudayaan pada suatu kelompok masyarakat atau etnis tertentu tidak akan hilang begitu saja semudah "menghapus dedak" di telapak tangan, akan tetapi kebudayaan dapat berubah seiring dengan perkembangan pola pikir dari masyarakat.
Perubahan ini dikarenakan adanya pengaruh globalisasi ( dalam trend saat ini ) yang menuntut masyarakat untuk hidup serba modern. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat telah merubah gaya hidup dan pola pikir manusia. Secara perlahan membuat masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan atau budaya lamanya yang selama ini mereka pelihara eksistensinya. Adanya pengaruh global membuat kita mulai melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Budaya Lokal yang telah diwariskan oleh Nenek Moyang Bangsa kita.

Terkikisnya budaya lokal akibat pengaruh terpaan globalisasi juga mulai terasa dalam Budaya Toraja. Sebagian besar Masyarakat Toraja terutama generasi muda yang seharusnya menjadi penerus untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan mulai meninggalkan bahkan tidak peduli terhadap keberadaan Budaya/Tradisi Toraja.
Sehingga ritual atau simbol yang terdapat dalam prosesi Adat hanya sekedar "tontonan", sebagai pelengkap dari Upacara Adat yang mereka lakukan tanpa mengetahui proses dan makna dibalik ritual tersebut. Padahal bagi masyarakat Toraja, Upacara Adat selalu dipandang sebagai sesuatu yang Sakral, yang sarat akan makna.

Hampir sebagian besar Generasi Muda Toraja tdkk tahu dan tdk memahami apa yg terkandung dlm sebua Ritual Adat Toraja yg dilakukan. Hal ini di karenakan adanya persepsi yang salah dari Generasi Muda bahwa Adat ini sudah "kuno, tradisional, dan ketinggalan zaman" yg tak pantas dan tak cocok lagi dengan dunia modern sperti skarang ini. Itu suatu KEBENARAN atau hanya sebuah GENGSI..?? :)

Aluk Sanda Pitunna



Aluk Todolo adalah agama leluhur nenek moyang suku Toraja yang hingga saat ini masih dipraktekkan oleh sejumlah besar masyarakat Toraja. Bahkan pada tahun 1970, Aluk Todolo sudah dilindungi oleh negara dan resmi diterima ke dalam sekte Hindu (Hinda-Toraja).

Aluk Sanda Pitunna (aluk 7777) disebarkan oleh Tangdilino' dan merupakan sistem religi yang diyakini oleh orang Toraja sebagai aluk yang diturunkan dari langit bersama-sama dengan umat manusia. Oleh karena itu, Aluk Sanda Pitunna adalah aluk tertua dan menyebar secara luas di Toraja. Sementara itu, Aluk Sanda Saratu' datang kemudian dan disebarkan oleh Puang Tamborolangi', namun Aluk Sanda Saratu' hanya berkembang didaerah Tallu Lembangna (Makale, Sangalla dan Mengkendek).

Aluk Sanda Pitunna bersumber dari ajaran agama (sukaran aluk) yang meliputi upacara (aluk), larangan (pemali), kebenaran umum (sangka') dan kejadian sesuai dengan alurnya (salunna). Aluk sendiri meliputi upacara yang terdiri atas tiga pucuk dan empat tumbuni (aluk tallu lolona, a'pa' pentaunina). Disebut tiga aIuk karena ia meliputi upacara yang menyangkut manusia (aluk tau), upacara yang menyangkut tanam-tanaman (aluk tananan) dan upacara yang menyangkut binatang (aluk patuan) dan dikatakan empat oleh karena di samping ketiga hal di atas ada lagi satu upacara yang disebut upacara suru' berfungsi untuk menembus kesalahan (pengkalossoran).

Wilayah barat

Tokoh penting dalam penyebaran aluk ini di wilayah barat Tana Toraja yaitu : Pongkapadang bersama Burake Tattiu’ yang menyebarkan ke daerah Bonggakaradeng, sebagian Saluputti, Simbuang sampai pada Pitu Ulunna Salu Karua Ba’bana Minanga, dengan memperkenalkan kepada masyarakat setempat suatu pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja “to unnirui’ suke pa’pa, to ungkandei kandian saratu yakni pranata
sosial yang tidak mengenal strata.

Wilayah timur

Di wilayah timur Tana Toraja, Pasontik bersama Burake Tambolang menyebarkannya ke daerah Pitung Pananaian, Rantebua, Tangdu, Ranteballa, Ta’bi, Tabang, Maindo sampai ke Luwu Selatan dan Utara dengan memperkenalkan pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja : “To Unnirui’ suke dibonga, To unkandei kandean pindan”, yaitu pranata sosial yang menyusun tata kehidupan masyarakat dalam tiga strata sosial.

Wilayah tengah

Tangdilino bersama Burake Tangngana menyebarkan aluk ke wilayah tengah Tana Toraja dengan membawa pranata sosial “To unniru’i suke dibonga, To ungkandei kandean pindan”. Sesuai dengan makna dan kandungan yang terdapat di dalam sistem kepercayaan Aluk Todolo, terdapat sejumlah hal yang relevan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Jika ditelusuri jejak referensi adanya konsep pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup bagi orang Toraja, ditemukan bahwa pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi orang Toraja, pertama diatur dalam sistem religi yang ada dan hal itu meliputi hampir seluruh ritus yang dilaksanakan.

Pelita Hidup
Iyatu Aluk ( = Wahyu ) tae' nah bisa na ciptakan To Lino ( Toraya ), yatu Aluk Todolo...Aluk sipammulanna iya ditampa tu Pongmula Taunna Toraya doo langi', tassu' lanamai disanganna Sauan Sibarrung tu disanganna To Karua, termasuk mo Nenek Todolo na Toraya lanto' disanga Datu' Laukku'.
Dadi...musti bisa dibedakan : umba Aluk, umba Ada', umba Budaya, umba Tradisi...tae sama nasang to'mai..??? Patarru'mi ambek-indok Dosen KTB, kuu lopa dolo meutan Bai le'..salama' melambi' sola nasang..salama' kaboro'..
Rana Dase
Aluk Sanda Pintunna, nti efektif "dibumikan" sktr Tahun 900-an bersamaan saat Puang Tandilino' mendeklarasikan Tondok Lepongan Bulan, Tana' Matarik Allo sbg nama pertamax Toraja, dgn mengutus para utusan2 pentingnya kee Wilayah Adat Toraja spt ke Duri-Enrekang, ke Toraja Barat, Tator & Torut oleh Puang Tangdilino' sendiri bersama Burake Tangngana, dan ke Pantilang oleh anakx sendiri b'nama Pasontik. 
Ada' Sanda Saratu' itu...nti muncul kemudian sktr Tahun 1050-an oleh Tamboro Langi', yang asal-usulnya tidak jelas. Efektifnya Aluk diekploitasi kedalam Ada' Sanda Saratu' itu ketika cucu uttu'nya ( anak-na Lakipada ) disangan I Petta Labattang ma'indok to Gowa sibali Petimba Bulaan ( anak-na Manaek ) lanmai Nonongan.
Note : Manae' ini cucu anak dari Puang Ambuk di Kesu'.
 Agustinus Sempang
Simbol Aluk Sanda Pitunna, secara Angka awalnya 7 angka 7, atau "7777777". Lalu kemudian orang menyebutkannya dlm ucapan kalimat verbal menjadi : Pitungsa'bu Pituratu' Pitungpulo Pitulise'...yg dlm angka menjadi "7.777".
Tetapi substansi dari Aluk Sanda Pitunna itu terletak pada "tingkatan ucapara ritulnya, yaitu :
> Pitungtodo' ( tujuh tingkatan ) lan Rambu Tuka
> Pitungtodo ( tujuh tingkatan ) lan Rambu Solo'.
Catatan : tingkatan2 dalam kedua Aluk tsb diatas..."disusun oleh Puang Tangdilino' tidak berdasarkan pertmbangan Strata Sosial/Kasta2, akan tetapi berdasarkan Kemampuan dari si empunya/penyelenggara Upacara Rambu Tuka' atau pun Rambu Solo'.
Aluk Sanda Pitunna : Tujuh Tingkatan Rambu Ti=uka', Tujuh Tingkatan Rambu Solo', yang tidak didsarkan pada Strata Kasta2, tetapi lebih pada "tingkat kemampuan yang empunya hajatan = demokratis".
Aluk Sanda Saratu' : itu Seraba Seratus...100 Tedong, 100 Babi, 100 Jonga, 100 Manuk, 100 Olo'2 alinnya...dan didasarkan pada Strata Kasta2..ini klu begini yg bisa masuk Puya hanya Taborolangi' sj..lalu yg tak punya apa2...sdh jadi hukumnya binasakah smtr hidupnya mkgn lbh benar dihadapan Sang Khaliknya...
Aluk Sanda Pitunna ( Tahun 900-an ) ya tu dolo 150 Tahun, namane bu'tu undi tu Aluk Sanda Saratu' ( Tahun 1050-an) 

"Aluk" Sanda Saratu'



Benjamin Kembong Lisulembang
Adalah aluk penebusan atau pembayaran untuk menghapuskan status kaunan pada sesorang.  
Jadi orang yang tadinya kaunan dan ingin memulihkan statusnya atau terlepas dari status kaunan ba'tu anak, maka harus menyerahkan semua bentuk hewan, barang dan lain2 dengan jumlah seratus setiap benda. contoh 100 Sendo', saratu' balao, saratu' Tedong dan sebagainya. inilah Peruntukan aluk sanda 100. 
RaRa BuKu
Berarti yatu Aluk Sanda Saratu' : pemujaan lako ri To Lino undaka' "Status Puang" mui raka nah scr status sosial lanni status kaunan, asslan bisa "nah alli / nah bayak" tu "sima status Puang"..? Susi too tu kesan kuappa umbasai te' postingan mi doo kk BKL. 
Atau kada senga'na kumua : tangngia iya napa lulalo "Puang Matua tu pang-Aluk-anna", tapi dipalulako bangri Puang Lino...umbaraka susi tu pas na tee...tabe' kk pakanassa pi...salama'..bongi melo.

Rana Dase
Yamo misa' buttinna too kumua yatu Aluk Sanda Saratu', tangngia iyanna Aluk-na Totumapata'.
Yamoto anna tallan kalena mo male naabaa wai salu sa'dan. Ka-Puang-an bisa dialli...bisa dila'bak...??? Ohhh..bende'ki'..!!! Hmmm..laku kukua totemo, kumua : yatu Tamboro Langi'...to rampo ri ma'pasalai..umpessepang Alukta, Aluk Toraya...lan Aluk Sanda Pitunna.
To Lino mo dipopendolo2 ladi penombai saba' dkuaka "Puang Dialli" mo toda', anna yatu Puang Matua dipajo bangmo to' tituk rinding saba' yatu Aluk Sanda Saratu tangngia iyanna Alukna Puang Totumampata', Aluk na garaga2i kelana iya sia Tamboro Langi' too...???

Felix Maya
Aluk sanda saratu' atau aluk sanda karua tetap juga mengenal istilah kaunan .. aluk sanda saratu' membagi masyarakat dlm tiga tingkatan sosial PUANG . TO MAKAKA & KAUNAN .. tdk ada yg bsa naik tingkat, dari kaunan ke Puang .. yg bsa mengenal naik tingkat itu cuma aluk sanda pitunna itupun dlm melaksanakan upacara ada' rambu solo' .. dpt melaksanakan upacara dgn jumlah tedong sma dgn tingkatan di atasnya, tetapi bukan jenis tedong yg sama dgn tingkatan di atasnya .. 

Benjamin Kembong Lisulembang
Aluk sanda saratu' bukan untuk menjadikan kaunan puang tapi untuk membebaskan statusnya dari kaunan menjadi bukan kaunan.